Saya suka film! Dan kayaknya kesukaan ini memberi hak bagi saya untuk nyampah-nyampahin, mengomentarin, dan memuji film-film yang saya tonton kan? aheeeee.... here we go! my 1st muvee review!
Breaking Dawn part 1
My score: 5 (baca: tidak terlalu memuaskan)
Menurut saya, membuat film berdasar novel ada kelebihan n kekurangan sendiri. Kelebihannya, udah ada jalur yang jelas tentang karakter, setting, alur cerita, dll. Kekurangannya, pembuat film harus pinter menuangkan deskripsi verbal ke dalam bentuk visual dengan ringkas, tapi esensi filmnya tetap terasa. Novel yang sudah meledak di pasaran duluan seperti Harry Potter, Eat Pray Love, The Da Vinci Code, The Graduate, My Sister's Keepers dan Twilight Saga tentu saja sudah punya penggemar fanatik masing-masing... dan tentu saja tidak mudah memuaskan imajinasi yang sudah mereka miliki tentang cerita itu ke dalam suguhan visual dan audio.
Sejak seri pertamanya ditayangkan, Twilight Saga cukup mampu memuaskan imajinasi ini. Warna-warna yang sendu dan dingin tergambar jelas di setiap adegannya dan jelas sangat membantu untuk mengantarkan atmosfer romantis ke dalamnya. Begitupun dengan special effectnya.. Cukup keren, tapi belum bisa menandingi kelasnya Avatar atau Harry Potter sekalipun. Beberapa adegan masih terlihat kasar penggarapannya seperti ketika transformasi Jacob Black menjadi serigala... keliatan banget efek green screen nya. Thankfully, di seri terakhir ini masalah special effect sudah sangat baik teratasi, seperti dalam adegan dimana Bella bertransformasi menjadi vampir. Cantik banget perubahan kulitnya dari yang kering, kusam, dan kurus jadi bercahaya kaya' porselen itu...
Saya merasa sangat dipuaskan dalam detail di seri Breaking Dawn ini. Gaun pengantin Bella, dekorasi pernikahan, sampe Villa di Pulau Esme diberikan porsi yang lebih untuk "tampil". Ditandai dengan cukup lama nya pengambilan gambar untuk scene-scene yang memuat hal-hal ini... bahkan kadang, terlalu lama.. sehingga porsi untuk adegan-adegan penting lain seolah tercuri karena "keharusan" memuaskan dahaga penonton dengan keindahan detail-detail itu.
Sayangnyaa... yang tidak berkembang sejak seri pertama hingga sekarang adalah... akting pemain-pemainnya! Frustasi bener saya melihat akting ke-3 aktor utamanya (Robert Pattionson, Kirsten Stewart, Taylor Lautner) yang datar-datar aja tanpa emosi yang kuat. Padahal semua pembaca tahu betapa luar biasanya chemistry antara Bella-Edward dan Bella-Jacob.. Tapi ternyata chemistry ini gagal disampaikan baik lewat bahasa tubuh, kontak mata, maupun setiap gerakan yang mereka lakukan. Ngeliat akting mereka tuh saya jadi inget sama akting pemain sinetron lokal yang mendadak dapet peran penting gitu deh... hehehe... Ga ada intensitas, ga ada passion, ga ada kekuatan yang bikin saya percaya bahwa mereka sebegitunya saling mencintai. Yang paling ketolong sih Robert Pattinson ya, karena karakter Edward kebetulan memang sedingin es, sehingga dia memang ga bisa banyak bergerak. Tapi seperti saya bilang, bahkan dari kontak matapun chemistry ini ga tersampaikan dengan sempurna..... sayang banget ....
Kekurangan besar lain dari seri terakhir Twilight Saga ini adalah kurangnya dialog yang benar-benar bisa menggambarkan apa yang sedang terjadi saat itu. Well, harusnya si pembuat film tau kan bahwa penonton film ini belum tentu semua sudah membaca bukunya? Jadi harusnya deskripsi-deskripsi penting dalam adegan-adegan yang mereka putuskan untuk dibuat ya jangan sampai kelewat donk.... Seperti, adegan Bella berpamitan sama Ayah Ibunya setelah upacara pernikahan. Pembaca buku sudah pasti tahu bahwa kesedihan Bella saat itu karena ia tidak akan bertemu lagi dengan kedua orangtuanya, karena menurut rencana ia akan segera diubah menjadi vampir dan mustahil orangtuanya akan bertemu ia lagi dalam wujud "berbeda". Tapi sayangnya, penjelasan / dialog mengenai ini tidak ada sehingga penonton yang belum membaca bukunya pasti ngga dapet sense kesedihan itu... Hal yang sama juga tampak di adegan Jacob marah pada Bella ketika tahu Bella-Edward akan bulan madu sebelum Bella diubah jadi vampir, adegan kenapa Bella memilih Rosalie untuk melindunginya, adegan kenapa keluarga Cullen ketakutan akan janin Bella (seingat saya tidak dijelaskan soal anak-anak immortal), adegan kenapa dan bagaimana ketika ke-alfa-an jacob mulai muncul, sampai adegan yang seharusnya menjelaskan tentang "imprint" (saya bahkan tidak melihat kata-kata "imprint" ditulis sebagaimana mestinya) sehingga akhirnya penonton juga kurang dapet sense nya ketika terjadi imprint antara Jacob-Renesmee.
Saya rasa kesalahan memang terletak pada dialognya, karena gaya cerita dalam buku serial Twilight Saga: Breaking Dawn memang mengambil sudut pandang orang pertama. Gaya penulisan ini memungkinkan penulis menggambarkan pikiran dan perasaan karakternya secara mendalam. Nah sayangnya, karena keterbatasan film, gaya bicara orang pertama ini sulit dilakukan sehingga jalan satu-satunya menjelaskan isi kepala masing-masing karakter ya lewat dialog yang diracik dengan ringkas tapi tepat sasaran. Padahal, hal ini juga sebenarnya ga mustahil2 amat dilakukan kok... seperti adegan ketika Leah menceritakan kenapa dia memilih ikut kawanan Jacob, dalam beberapa kalimat ringkas sudah bisa tertangkap bahwa: Leah tersiksa karena imprint antara mantan pacarnya (Sam) dengan sepupunya (Emily), Leah tersiksa karena kemampuan mereka saling membaca pikiran, dan betapa bencinya ia pada keluarga Cullen. jadi seharusnya dialog-dialog efektif semacam ini bisa diterapkan juga di semua adegan penting lainnya.
Kalo boleh sedikittt mengomentari cerita Twilight Saga keseluruhan, saya sebenarnya ngga terlalu suka dengan ending ceritanya yang dipaksakan perfectly happy for everyone. Jacob yang meng imprint Renesmee, kemudahan Charlie menerima Bella yang "baru" dan Renesmee, kemudahan Bella melalui masa-masa awal ke-vampir-an-nya, sampe kemarahan keluarga Volturi yang ternyata nggak segitunya... Entahlah, buat saya jadi terlalu dongeng aja gitu. Ga ada yg berduka, ga ada kesedihan, ga ada pengorbanan, dan ga ada kesulitan yang terbukti benar-benar sulit...
Yah..tapi banyak orang memang suka dengan tipe cerita seperti ini kan? Karena ada janji yang cukup besar disana: HARAPAN..... Harapan bahwa kehidupan dongeng yang aneh tapi serba bahagia itu ada........... Apalagi karakter Edward n Bella, dan kisah cinta mereka yang mewakili banget imajinasi percintaan bagi pembacanya, terutama kaum perempuan. heheheee...
Hmm... ga sabar tunggu November tahun depan untuk Breaking Dawn part 2. Semoga, bagian keduanya lebih sempurna lagi sehingga bener-bener bisa jadi cherry on top in a piece of ice cream! ^^

"tapi banyak orang memang suka dengan tipe cerita ini kan? Karena ada janji yang cukup besar disana: HARAPAN"
ReplyDeleteBtw, ini review film apa analisis psikologis sih? :p
hahahaha..sial... oke. i'll back to something that i know best, analisa psikologis! hihihihi....
ReplyDelete