Friday, December 9, 2011

Mendengar dengan Hati

"The gunfire around us makes it hard to hear. But the human voice is different from other sounds. It can be heard over noises that bury everything else. Even when it's not shouting. Even when it's just a whisper. Even the lowest whisper can be heard - -over armies... when it's telling the truth. "
       - Zuwanie, The Interpreter (reading from the dedication of the book he wrote decades earlier) -

Jika saya adalah pemimpin rakyat, seorang anggota DPD... saya yakin akan banyak sekali suara-suara yg saya dengar. Entah suara dari pendukung, musuh-musuh politik, pihak2 yg berkepentingan, hingga suara rakyat yang saya wakili... Saya jg yakin dengan banyaknya suara ini bisa jadi saya akan tersesat, salah mengambil keputusan, bersikap ragu-ragu, atau justru tidak melakukan apa-apa....

Maka, jika ini terjadi... saya akan kembali pada suara lirih yang tidak akan teredam oleh apapun. Suara yang mungkin sudah lama saya tinggalkan sejak saya beranjak dewasa karena semakin banyaknya urusan yang harus saya pikul. Suara yg tdk akan teracun oleh uang, kekuasaan, nafsu.... Suara hati nurani saya sendiri..

Ya,,saya akan mengambil jarak sejenak dari suara-suara lain, dan dalam keheningan yg singkat itu berdialog kembali dengan diri saya. Kembali pada cita-cita saya menjadi pemimpin, pada amanah politik yg saya emban, dan tentu saja....pada kebenaran.

No comments :

Post a Comment