Suami saya belum pulang kerja....
Hmmm...saya jadi punya 'me time' untuk nulis deh....
Judul tulisan saya kali ini gak bertele-tele, langsung ke tujuan dengan huruf besar: RED LIPS. Saya memang lagi rada obsessed sama bibir merah, gincu merah, lipstik merah...hihihi.... sebenernya udah dari dulu pengen banget berani dandan pke lipstik merah. Cuma, selalu adaaaa aja halangannya... dari yang blm nemu merah yang cocok (salah tone warna bisa bikin keliatan tua), gak pede, sampe udah beli lipstik merah n ga kepake-pake sampe akhirnya lupa naruh dimana.... hehehe. Mnurut saya , cewek pake lipstik merah yang tepat itu misterius sekaligus "statement" bgt! Yaa kalo di Hollywood artis -artis kaya Dita Von Teese, Christina Aguilera, Marylin Monroe, sampe Gwen Stefani adalah golongan yang bisa menyampaikan maksud si lipstik merah dengan super keren......
Saya teringat lagi sama keinginan ber-lipstik merah ini saat di bandara Ngurah Rai kemaren liat cewek dengan kerennya pake lipstik merah, rambut model batok Dora the Explorer, dan kacamata cat eyes.... Gak 'wow' bgt sih, tapi jelas "statement" itu tadi (i'm not even sure "statement'' is a proper words.... but hell cares lah... u know what im saying rite?? :p ). Lucu sekaligus elegan, sendu sekaligus kuat. Saya selalu suka kombinasi berlawanan seperti ini Dan ajaibnya, 1 hari setelah itu saya menemukan lipstik merah dengan intensitas merah yang saya suka di departemen store.... Jadilah, sejak dari konter kosmetik itu saya sudah berbibir merah merona.
Suami saya? hahahaha, dia memalingkan muka. Dia bilang saya kaya badut dan dia ga mau liat... Buang muka sambil meringis-meringis jahil. Sebel saya.... tapi berhubung kami udah terbiasa agree to disagree tanpa hard feelings, yaudah saya tetap enjoy berbibir merah....
Esoknya, saya beranikan mengoles lipstik baru itu ketika saya berdandan untuk ke kantor. Errrr..... gak pede. Hapus. Ups, ternyata susah dihapus karena itu jenis lipstik matte. Saya pikir: hmm, pertanda bahwa saya harus tetap memakainya nih.... *puter otak*...dan akhirnya saya mengoleskan lagi lipstik lain berwarna super pucat untuk menyamarkan merahnya. Better! meskipun tetap menyala tapi ga merah-merah banget lah. Daan reaksi temen-temen kantor pun beragam... ada yang bilang saya "beda" (entah in positive or in negative way), lucu, bagus, sampe aneh.....
Esoknya lagi, saya mau jalan ni sama salah satu sahabat sekaligus cheerleader #1.. siapa lagi kalo bukan NICEY! hehehe... dia dengan beringasnya membujuk saya pake lipstik merah hari itu. Dan kebetulan suami lagi keluar kota, jadi deh saya keluar rumah pke warna bibir yang gak dia suka........ Lalu, seharian itu saya ke mall untuk ketemuan lagi sama 2 sahabat lain. Saya juga sempet foto-foto beberapa kali dan memasangnya di display picture bbm.....Menarik bgt melihat bagaimana respon orang-orang sama keputusan kecil saya memakai lipstik merah: terang-terang an melotot, ada yang bilang kaya tante-tante, muji keren, sexy, cantik, kritik kurang merah n kurang rapi, saranin besok pake lagi tapi dg kostum serba hitam, mengernyit heran, lirik-lirik... pokoknya beragam deh! Dan menurut Nicey, banyak org ngeliatin artisnya (baca: saya) hari itu. Bisaan banget dia kalo nge-boost pede nya orang emang....
![]() |
| Nah itu bentukan cheerleader #1 saya. Dia sendiri ga dandan padahal.... |
See? saya hanya memakai lipstik merah... di bagian tubuh yg besarnya hanya sepersekian ratus dari keseluruhan tubuh saya. Saya hanya melakukan keputusan kecil yang playful, yang beda dari biasanya, yang membuat saya happy..... tapi lihat impact nya? Akan selalu ada reaksi pro-kontra.. yang asalnya dari orang di sekitar saya, sampai orang asing yang tidak saya kenal.... dari yang saya minta pendapatnya sampe reaksi yang datang tanpa diundang...
Saya hari itu merasa, lipstik merah itu jangkar bagi saya. Mengingatkan diri saya sendiri betapa saya suka mencoba sesuatu yang baru, yang ber-resiko.. menyenangkan rasanya memilih sesuatu dan tidak tahu sesuatu itu akan mengarahkan kita kemana. Saya suka bermain-main, sekaligus sangat serius terhadap diri saya. Saya tidak pernah suka keseragaman, saya melakukan sesuatu mostly untuk diri saya sendiri.
Nah... si lipstik merah inilah jangkarnya... Dia mengingatkan bahwa inilah saya. Seperti dalam film Inception, setiap pemimpi harus punya totem miliknya pribadi. Benda kecil yang jadi miliknya dan mengingatkan dia untuk tahu mana yang dunia nyata atau mimpi belaka.....
Saya pikir, masing-masing dari kita harusnya punya ya jangkar-jangkar atau totem-totem semacam ini. Karena dengan meningkatnya usia, tanggung jawab, rutinitas, kita seringkali hidup dalam mode autopilot, dimana semua aktivitas kita seperti terprogram agar berjalan sebagaimana mestinya. Kita bahkan tidak berpikir lagi bahwa setiap hari kita parkir di tempat yang sama, atau makan dengan orang yang sama, atau mengerjakan hal yang sama, atau melakukan kesalahan-kesalahan yang sama........ Kita lupa bahwa ada yang "lain" dan bahwa kita berhak kok memilih yang lain itu.....
Pernah dengar sama orang yang memilih sesuatu karena dia merasa tidak punya pilihan? Hmm, saya sendiripun sering merasakannya. Seolah-olah semua sudah di set-up seharusnya begini, begitu, a,b,c karena kalau nggak maka kita adalah lalala, lilili, abrakadabra. Sederet rules, aturan, peran, dan konsekuensi yang sudah begitu kuat terekam dalam jejak memori kita saking setiap hari kita hadapi. Menjadi dewasa kemudian menjadi ibu, kita jadi harus mendadak ahli dalam menentukan apa yang baik dan tidak bagi anak kita. Harus fokus penuh dan tanggung jawab besar yang harus dipikul, jadi kita harus merelakan seluruh waktu kita untuk mengasuh anak, jadi kita harus mengesampingkan dulu bersantai-santai seperti sebelumnya. Kyaaaaa!! begitu banyak harus. Dan sederet konsekuensi dan judgement jika keharusan ini kita lalaikan. Padahal ini baru contoh kecil keharusan kita sehari-hari....
Lalu apa salah?? Ya tentu enggak....jadi manusia ya harus begitu itu. hehehe... My point is, kita juga harus jeli melihat bahwa banyak kok ketidakharusan yang sebenarnya ada di antara keharusan-keharusan ini. Kita masih bisa memilih......
Jangkar-jangkar kecil inilah yang akan mengembalikan kemampuan kita dalam mengendalikan keputusan-keputusan kita sendiri.... Bebas dari keharusan, dan dari penilaian atau ekspektasi orang lain. Ga usah takut dianggap aneh, aneh itu hanya karena tidak biasa kok. Ga usah juga takut dicap buruk, karena memang bukan tugas kita membahagiakan semua orang. Apalagi, ga usah takut berbeda...karena berbedanya kita itu sebenarnya yang mendefinisikan siapa diri kita. What makes u different is what define YOU, begitu bunyi status bbm saya sendiri beberapa hari lalu.
Jangkar itu tidak melulu harus sebuah benda sih... bisa aja kegiatan sederhana, atau tempat favorit mungkin. Pokoknya sesuatu dimana kita benar-benar bahagia melakukannya, bahagia berada di sana, persetan apa kata orang!! termasuk persetan apa kata pacar, sahabat, tetangga, satpam, siapa aja lah!
*eh tapi jangan yang melanggar hukum , agama, n moral ya. Hahahahahha*.
Jangkar ini selain jadi reminder tentang siapa diri kita, juga berfungsi sebagai refreshing point. Kalo kita lagi eneegg banget sama rutinitas harian, tesis yg ga selesai-selesai, teman / pacar yang ga brenti-brenti nyusahin, dunia politik yang chaos, harga cabe yang terus naik... nahhh.... ingatlah selalu bahwa kita punya jangkar ini. Datang kesana, lakukan, bersenang-senang, dont over analyze of other's judgement, then start all over again.... Begitu terus...
Tapi ingat ya, jangkar inipun baiknya juga ga persisten. Kita juga punya hak untuk membuat jangkar-jangkar baru kok.. jangan sampai jangkar ini malah jadi bagian lingkaran setan yang membosankan.
Minggu ini lipstik merah... who knows, minggu depan fashion tabrak lari , atau sepatu wedges 12cm mungkin??
Yeah.... i have my red lipstick in my purse... what's yours?
![]() |
| Muka saya udah misterius belom? *yak, ngarep* |


