Monday, November 28, 2011

Best Friends

       "Best friend never lies just to make you happy... They will always tell you the truth, they may say the most hurtfull words...but with the best intention"
"Best friends are like heartbeats.... You may not hear them frequently, but they silently support life!" 
" Best friends understand when you say forget it. Wait forever when you say just a minute. Stay when you say leave me alone. And open the door before you say come in"
"Everybody will be your friend when you're doing right things... Your true best friends will stick with you, support you even when you're doing the wrong things"
"I used to be normal till' i met those losers i call: my best friends"
"Best friends, it's not a label. It's a promise" 


Best friends.... Saya bisa mencari jutaan quote tentang hubungan antar-manusia yang unik ini. Di atas adalah sebagian quote yang saya sukai tentang sahabat. Suka, karena memang begitulah adanya sahabat bagi saya.... Mereka bukan sekedar "orang-orang di balik layar" dalam perjalanan hidup saya. Mereka nyata, utama, dan sama pentingnya dengan orang-orang yang saya cintai lainnya.......

Saya bukan orang yang memiliki banyak sahabat... ini karena pribadi saya memiliki banyak luka, sehingga hanya sedikit orang yang saya izinkan masuk dan dekat dengan saya, untuk kemudian melihat diri saya apa adanya.. Di antara yang sedikit ini, Alhamdulillah...saya dipertemukan dengan orang-orang terbaik. Saya memiliki catatan yang panjang bersama mereka... Kami tumbuh bersama, melakukan kesalahan bersama, dan belajar bersama.... Tidak selalu lewat cara yang menyenangkan tentu saja, tetapi sahabat memang tidak mengenal musim bukan? Seperti janji pernikahan, through the bad day... and the good day..... Seperti itulah juga seharusnya ikatan persahabatan.

Dan tanpa mengurangi cinta saya pada semua sahabat-sahabat lain... Tulisan ini saya dedikasikan khusus untuk sahabat-sahabat yang justru baru pada tahun-tahun terakhir ini saya kenal.... Mereka adalah......

NICE
Saya mengenalnya sejak hari pertama kuliah pra-profesi Mapro Klinis UGM angkatan VI.. lebih tepatnya, orang kedua yang saya kenal di pagi itu. Sejak pertama saya sudah merasa diterima dengan ramah olehnya, dia tidak segan menceritakan dan bertanya banyak hal pada saya. Di saat-saat kemudian, kualitas inilah yang menurut saya menonjol pada Nice... Dia sangat terbuka, mudah bergaul, bubbly personality.... persis seperti namanya, NICE. Tinggalin dia di tempat asing 2 menit aja, dan dia pasti udah dengan mudah ngobrol dengan siapa aja disitu... Karena kualitas ini Nice punya banyak teman, bahkan jauh lebih banyak dari saya yang asli Jogja. Padahal Nice tinggal disini baru sejak S1.... keren ya??
Kami jadi sahabat secara alamiah, karena ternyata punya banyak kesamaan. Sama-sama doyan ngomong, cablak, suka gosipin artis, dan punya sense of humor di level yang sama. Yang bikin saya terharu, Nice ini inget sama semua detail-detail tentang saya... dari kebiasaan jelek saya yang suka naruh handuk sembarangan, belanja ga pikir-pikir, nyetir sambil multitask (tlp / bbm an) , gak pede-an, sampe semua hal-hal baik pada diri sayapun dia peka banget. Gak kerasa  deh kalau dia usianya lebih muda dari saya... karena selain sifat-sifat itu, dia brilian luar biasa. Pintar tanpa harus berusaha keras tampak pintar... Tahu banyak hal karena luasnya pergaulan yang dia punya..
Saya merasa.. emotionally related bgt sama sahabat yang satu ini, karena saya ngerasain betul sayangnya dia sama saya. Rela nganterin saya kemana-mana, nemenin tanpa protes, selalu dengerin keluhan saya tanpa judgement, dan branding saya terus-menerus (dia yg paham kalo saya ni cocoknya jadi psikolog cinta :p, dia yang percaya saya jago urusan dagang, dia yang yakin saya bisa jadi penulis hebat suatu saat nanti, dan dia bahkan heboh saya ni cocok jadi artis :D) . Gila kan? lebih gilanya lagi dia melakukan ini tanpa jeda..... Sepanjang-panjang usia saya sahabatan sama dia, dorongan-dorongan aneh bin ajaib ini terus dia lakukan.. dan somehow, membuat saya percaya bahwa saya "special". Udah ga terhitung deh, jutaan kata-kata supportifnya ke saya.. tentang betapa hebat nya saya.....
Kalimat-kalimat khasnya yang hampir tiap hari saya dengar adalah: "boy pasang seatbelt!" -tiap kali masuk mobil- , "kamu beli itu mau dipake kemana? kapan? padanannya apa? udah punya yang mirip belom?" -kalo saya lagi ngawur belanja-, "ediaannn, ebbaatt beut" -kalo saya lagi melakukan something great- . "maju boy" / "awas boy" / "pelan-pelan" -kalo saya lagi multitask nyetir-.
Care..care..care... Nice always care about me... Dia punya kapasitas luar biasa untuk peduli dan menyayangi orang lain...... dan saya belajar itu darinya.....

UBUNG & UCUP
Meet this 2 amazing person : Supriadi Hardianto & Sekar Putri Ardiyati (Ucup n Ubung, disingkat jadi Bungcup). Buat saya mereka ini 2 orang dalam 1 paket hebat.... Karena sejak persahabatan mereka naik status jadi berpasangan, mereka adalah 1 paket utuh yang luar biasa baiknya. Saya ga pernah ketemu orang-orang secerdas dan serendah hati mereka.... Bungcup punya ruang yang sangat besar untuk orang lain. Secapek apapun, sepenuh apapun urusan mereka, ga pernah mereka merasa berat memikirkan orang lain.... Saya sendiri merasa, kapasitas mental saya jauhhh di bawah mereka.... Tapi Bungcup juga ga pernah merendahkan saya karena ini, mereka terus menerus lifting up saya karena mereka yakin sama kemampuan saya.....
Saya sayang banget sama Ubung..... di sampingnya selalu terasa hangat karena Ubung ini nurturant tingkat dewa. Mungkin karena usianya lebih tua dari kami, makanya saya selalu ngerasa "aman" sama dia... Selalu ngomong dengan lembut, dan siap nolong saya kapanpun saya butuh... Pinter masak, jago bahasa Belanda, dan punya banyaaakkk banget value baik dalam hidupnya. Meskipun gitu, Ubung ngga pernah sok-sok ngajarin saya karena merasa lebih berpengalaman... Semuanya value nya dibagi dengan cara yang menyenangkan.
Saya juga sayang banget sama Ucup, satu-satunya cowok di antara kami yang gak saya anggep cowok. Hehehe... Tempat saya bertanya macem-macem hal ya Ucup ini, karena dia cerdasnya kebangetan! Mekipun kadang bahasanya suka ga saya pahami saking pinternya dia.... Ucup berubah banget dari yang awalnya dulu cowok -tampak- songong, jadi sangat rendah hati n pengalah... Mungkin karena dia kelamaan gaul sama kami, cewek-cewek ribet ini... Darinya, saya ga hanya sekedar curi ilmu, tapi sebagai contoh bukti hidup bahwa ilmu padi itu benar adanya. Semakin cerdas dan tinggi pencapaiannya, semakin merunduk pula kepribadian Ucup...

Ga akan cukup kata-kata saya menggambarkan mereka, apalagi menggambarkan bagaimana saya merasa terhormat menjadi sahabat Nice, Ubung, n Ucup. Saya menulis ini, karena sungguh merasa sudah menerima terlalu banyak dari mereka... lebih dari yang pantas saya terima....
Kami mungkin baru bersahabat kurang dari 2 tahun terakhir ini, tapi intensitasnya ternyata sangat sangat pekat. Mungkin karena kami sama-sama kuliah di Psikologi Klinis, sehingga bisa saling memonitor pribadi masing-masing... Tapi saya lebih suka percaya, bahwa saya memang dipertemukan dengan orang-orang hebat ini untuk meningkatkan kualitas saya pribadi... Bukan karena ilmu mereka sebagai Psikolog, tapi karena luasnya hati mereka untuk memberi tanpa menghitung apakah sudah cukup menerima dari saya.
Kami pun pernah mengalami masa-masa rapuh. Kami bertengkar, mengkritik, terlibat terlalu jauh, sok tahu, tidak setuju atas perilaku masing-masing... Tapi justru dari situ kami paham betapa cocoknya kami jadi sahabat, karena ternyata tidak ada satupun hal itu yang cukup membuat kami membenci satu sama lain. Kami jadi  lebih dalam saling mengenal, ga hanya antara kami tapi juga dengan diri kami sendiri....

Saya percaya.. seperti halnya belahan jiwa... diri kita diciptakan untuk menjadi sahabat orang lain. Kalau untuk menjadi pasangan saja yang dicari adalah kualitas sahabat, berarti memang sebegitu pentingnya kan menjadi seorang sahabat dan memiliki sahabat? Karena sahabat ini label tanpa pamrih.... tidak ada hak dan kewajiban mengikat.... hanya kasih sayang, tidak menghakimi.....

Untuk Boboy-Boboy ku tersayang.......
Dulu kita adalah orang-orang asing, sekarang kita tanpa topeng.......
Dulu kita adalah makhluk-makhluk kesepian, sekarang kita bersama dalam kesepian.....
Dulu kita mencari kesamaan, sekarang lihatlah betapa berbedanya kita dan tetap saling menyayangi....
Dulu kita terpisah, sekarang kita terpisah lagi..... tapi lihatlah betapa kita menjadi lebih dekat.....


Be good ya boboy-boboyku yang sedang menjemput suksesnya masing-masing.... Selalu ada banyak cinta untuk kalian disini!





Tuesday, November 22, 2011

Lose some, Gain more!

whow..it's been a month since my last wrote. I dont even think i was drowning that long. Drowning?? Yess! Saya baru aja kembali dari proses tenggelam yang cukup lama ternyata.... hehehe.. Kurang lebih 3 minggu yang lalu saya dikasih ujian dengan adanya tanda-tanda kehamilan yang saya rasain... Dari yang "abu-abu" kaya mood ga stabil, pusing, sakit pinggang n punggung, dan perubahan-perubahan di bagian kewanitaan saya, sampe tanda yg jelas: telat haid. Alhamdulillah saya termasuk perempuan yang haid nya selalu teratur, jadi telat satu hari aja dah amazing... Saat itu sih saya menahan diri bgt untuk ga buru-buru girang karena toh juga belum ketauan positif. Tapi hati ga bisa bohong, semakin lama saya telat... harapan tu semakin tinggi.
And bham!!ketika akhirnya saya justru haid, rasanya kaya' jatuh yang sakit kit kiiittttt.....! Saya nangis deh seharian. Si cengeng dalam diri saya benar-benar mengambil alih. Saya merasa tolol karena ke-GR-an membaca tanda-tanda..... Padahal sebenarnya, saya ini bukan orang yg suka berharap-harap. Saya tipe cewek plan B,C,D, dan seterusnya kalo plan A ga berjalan. Fleksible banget pokoknya sama yg namanya target...... Jadi, kemarin itu pengalaman yang bisa dibilang baru dalam sejarah pengharapan di kehidupan rumah tangga saya...

Pukulan kedua dalam hal pekerjaan. Ceritanya nih, sekitar 2 bulan lalu saya dikompor-komporin suami untuk melamar job vacancy sebagai branch manager di sebuah klinik kecantikan. Ga nyambung bgt ya sama pendidikan saya?? Apalagi dgn posisi yang demikian bagus, plus kualifikasi saya yang no experience di bidang itu..kok kayanya mustahil bgt. Tapi saya dikomporin terus, karena suami tau salah satu passion saya memang di bidang kewanitaan, entah soal issue-issue psikologis sampe urusan kesehatan fisik dan fashion saya suka. Bukankah pekerjaan yg membahagiakan tu kalau ada passion di dalamnya?. Jadi begitulah, dengan semangat iseng akhirnya saya kirim juga application nya. Ga disangka sekitar sebulan setelahnya saya dipanggil dan mengikuti rangkaian test... dari interview, psikotest, sampe presentasi program! Proses yang lumayan bikin deg-deg an karena saya buta bgt sama hal-hal ini. Tapi ternyata semua berbuah manis karena manajemen klinik tsb ternya suka sama saya dan saya diterima untuk posisi itu. HAPPY! saya ngerasa seneng bgt bisa langsung ke posisi prestigious tanpa harus berlama-lama di "bawah"... Tapi masalahnya adalah: LOKASI. Ketika hari penandatanganan kontrak saya baru dapat kepastian bahwa saya boleh memilih memimpin 4 pilihan cabang: Jakarta, Malang, Salatiga, atau Purwokerto. Kesamaannya satu : JAUH. Padahal ini satu-satunya kendala saya... Sekeren apapun pekerjaannya saya ngga mau jauh dari keluarga. Sehingga setelah diskusi yang cukup lama dengan pihak manajemen klinik, saya menolak pekerjaan itu......

Sedihnya, kedua hal ini datang bersamaan dan pergi bersamaan. Pukulannya dobel. Buat yang ngeliat nih pasti keliatannya sepele...cuma telat haid n ga jadi dapet kerjaan doank. Tapi yang menyakitkan buat saya adalah harapannya. Berharap tinggi kemudian jatuh tu suakit bgt ternyata. Saya yang biasa nya asyik-asyik aja sama proses hidup, kok ya bisa terpukul juga. Tapi pelajaran utama yg saya dapet ternyata adalah... lebih baik berharap terus jatuh daripada ngga merasakan apa-apa..! Karena sungguh, pengalaman kemarin ini worthy bgt karena saya jadi makin tau siapa saya dan siapa orang-orang di sekeliling saya....

Sebelumnya.. saya mana tahu kalo saya sebenernya kepingiiiinnnnnnn bgt punya baby. Saya pikir so-so aja lah..lagipula saya memang yakin akan dikasih momongan kalo memang sudah diizinkan sama Allah. Saya juga mikirnya, orang-orang di sekitar saya kaya orangtua dan mertua yang lebih menginginkan cucu daripada saya sendiri. Ternyata tidak.. ternyata saya menginginkannya juga, THAT MUCH! lebih dari yang saya pikir sebelumnya.
Saya juga jadi yakin, bahwa kemampuan saya lebih dari yang saya duga sebelumnya.. Buktinya, first shoot saya melamar pekerjaan di posisi yang cukup tinggi bisa saya dapetin. Padahal saya sebelumnya sering questioning kemampuan saya sendiri... ternyata, orang lain yang justru bisa melihat kapabilitas saya. Hal ini juga berkaitan dengan mindset saya yang sempit, berpikir kalo nantinya saya akan bekerja di bidang yg jelas-jelas "psikologi banget". Daaann yang mengejutkan adalah, ternyata ketika saya menjalani proses test di bidang yang saya kira "nggak psikologi" bgt itu, justru saya menemukan bahwa justru bidang ilmu psikologi ini memberi platform yang kuat bgt dalam diri saya. Mungkin banyak orang berpikir di posisi branch manager itu wilayahnya orang-orang ekonomi, atau psikologi industri lah.. tapi engga loh sodara-sodara! Ternya justru analisis berpikir klinis saya yang membuat mereka berpikir saya cocok untuk posisi itu.. dan analisis klinis saya juga lah yang membantu saya membuat program untuk saya presentasikan. Psikologi klinis rocks deh pokoknya! hehehehe.....

Tapi pelajaran yg paliinggg utama dari kesedihan kemarin adalah... betapa luar biasanya cinta keluarga dan teman-teman pada saya. Betapa mereka yakin dan selalu mensupport saya untuk selalu naik ke next level, dan ketika saya gagal pun mereka berbondong-bondong "memeluk" saya walaupun hanya lewat kata-kata.

Suami saya, tidak ada sepersekian detikpun dia menunjukkan raut wajah kecewa ketika saya akhirnya haid atau ketika saya bilang pekerjaan itu saya lepas... Dia malah tertawa dan mengelus pipi saya dengan ceria seperti biasanya. Ketika saya menangis, dia pun tetap ada dan berkata "yang bukan milik kita..memang belum tentu jadi milik kita. Yang sudah jadi milik kita aja bisa diambil, apalagi yang belum? Ga usah terlalu terikat sama hal-hal duniawi".... tembakan langsung ke hati saya deh! hahahaha... Belum lagi orangtua, mertua, saudara2, dan teman-teman yang ga brenti pompa semangat saya untuk maju lagi.... Ucapan sederhana dari orangtua dan mertua seperti "kami ngga papa kok dek", atau ucapan sahabat "akan ada waktu yang lebih tepat" tu sangat efektif menceriakan hari-hari saya yang sempat gloomy itu.

Sebenernya dengan kekuatan pendorong sebesar itu, saya memang cuma butuh 2 hari utk letting go dan bangkit lagi. Tapi saya butuh waktu lebih lama untuk mencerna hal-hal ini dan menginternalisasikannya.... kalau istilah saya, saya masuk dulu dalam "my bubble". Tempat dimana saya merenung, merasakan, berpikir, mengambil keputusan....
Dan sekarang... saya sudah siap banget untuk keluar... mengejar lagi mimpi-mimpi dan tugas-tugas yang belum selesai....... dengan tenaga extra NOS tentunya!