Wednesday, November 28, 2012

Dream Project: See the Unseen.


Tulisan kali ini adalah tentang project terbaru yang sedang saya kerjain... Apa projectnya? hehehee, nihhh sedikit cuplikan foto-fotonya:


Room in the making
outside area

Iyap, saya sedang renovasi bangunan yang nantinya bakal jadi TK pertama saya. Pertama? yess, karena impian saya memang akan memiliki banyak sekolah nantinya.... nggak hanya TK, tapi juga SD-SMA bahkan homeschooling pun akan saya miliki nanti...
Tapi sekarang, saya sedang fokus membangun "bayi" saya yang satu ini. Mungkin langkah saya ini cukup mengagetkan banyak orang.. mengingat background pendidikan Psikologi saya sebetulnya adalah Klinis, bukan Pendidikan. Tapi eh tapi, saya sendiri ga pernah membatasi diri untuk melakukan apapun sejauh saya tahu passion saya menyala-nyala disana.... Jadi saya mau berbagi sedikit gimana kok bisa kecemplung ngerjain project ini ya...

Project TK ini adalah kombinasi dari semua yang PAS bagi saya, baik sadar ataupun tidak. Saya sudah bercita-cita memiliki PAUD bahkan sejak saya belum tahu kenapa... pokoknya pengen aja... dan itu terjadi kira" 10 tahun lalu waktu saya masih SMA. Sekali lg, saya ngga tahu kenapa, pokoknya jiwa sweet seventeen saya waktu itu percaya bahwa suatu hari saya akan punya TK sendiri... Ternyata arah nasib selanjutnya memang menuntun saya untuk mempelajari Psikologi, yang di dalamnya ada elemen-elemen pendidikan, perkembangan, parenting.... dan disinilah saya mulai lebih mengerti alasan saya menginginkan punya TK. Saya akhirnya memahami bahwa bagaimana anak dibesarkan itu sangat-sangat-sangat berpengaruh bagi kepribadian dan perjalanan kehidupannya kelak.. sehingga sangat penting juga memberikan mereka dasar pendidikan dan pengasuhan terbaik.

Saya sering sekali frustasi melihat masalah-masalah perkembangan / pendidikan yang sekarang ada dan sudah sedemikian kompleksnya dan banyak diantaranya bermula dari usia dini anak... Mulai dari gangguan perkembangan anak yg meningkat dibanding 20 thn lalu, sistem pendidikan yg morat-marit (salah kaprah melihat golden age, calistung di TK, KBM yang hanya mengajarkan konsep, dll), model parenting yang sarat hedonic-motivation (contoh: milihin sekolah anak berdasar syarat 'yang penting keren dan mahal'/ 'yg penting ada judul internationa schoolnya', berlebihan memfasilitasi anak dg teknologi, 'kontes' keahlian memasak n lulus ASI oleh mommy2 muda, ikutin anak di kontes model ini itu,  sampe banyak kasus terlompatinya tahap perkembangan anak demi kebanggaan orangtuanya), juga kasus-kasus remaja sekarang yang memang memiliki akar dari masa kecilnya (KDP, hamil pranikah, tawuran, dll). Wahhh banyak deh! Sampai-sampai secara ga sadar, tesis saya pun mengambil tema dimana saya bisa berkontribusi pada kehidupan individu sejak ia di dalam kandungan.... Ini karena saya memang bersemangat untuk melakukan sesuatu di garda depan, di usia sedini mungkin, di masa paling awal kehidupan.
Nah, daripada saya frustasi tidak pada tempatnya, jadilah cita--cita saya memperbaiki kehidupan bangsa ini lewat pendidikan mulai saya realisasikan. Bidang pendidikan memberikan saya ruang untuk melakukan langkah preventif dalam skala besar... inilah yang saya butuhkan.

Alasan utama lainnya, saya memang sudah memantabkan diri untuk bekerja di atas kaki sendiri. Membangun sesuatu. Bekerja di instansi / perusahaan dengan struktur dan sederet peraturan bukan jiwa saya. Saya juga bertekad melakukannya sedini mungkin, tidak menunggu dengan alasan cari modal, keberanian, dan pengalaman dulu. Ketiganya tetap bisa saya capai kok di usia 27 tahun ini...
Syukurlah saya punya keluarga hebat yang mendukung pilihan-pilihan ini.... Saya menyadari betul dukungan keluarga ini adalah modal yang tak ternilai harganya, karena memang banyak orang yang saya temui kesulitan mewujudkan impiannya karena faktor keluarga.. sementara seringkali alasan kita bekerja adalah untuk keluarga kan?

Dulu, saya berpikir akan memiliki TK di usia di atas 30 tahun. Pikiran saya waktu itu, di usia tersebut saya sudah memiliki modal, ilmu, dan keberanian yang lebih kuat. Saya menyadari, masih banyak hal yang harus saya pelajari jika ingin menyediakan sistem pendidikan yang lebih baik dan tentu butuh waktu untuk menyiapkannya. Ternyata, Allah justru mengakselerasi impian saya. Bulan Juli lalu, saya pertama kali membaca buku best-seller 7 Keajaiban Rezeki nya Ippho Santosa. Telat bgt ya? hehehe, tapi kalo saya baca nih buku dari dulu... jodoh ama TK inipun mungkin tdk terjadi. Di halaman terakhir buku inilah saya mengetahui tentang TK Khalifah, PAUD milik Ippho yang di franchise-kan...
Ibarat love at the first sight, hati saya langsung degggg!!! Insting saya mengatakan saya harus mengikuti gejolak hati saya itu.. Jadilah 2 hari setelahnya saya habiskan dengan googling sebanyak''nya tentang TK ini, dan semakin dibaca keyakinan saya ternyata semakin kuat. Saya sepakat dengan value-value yang diajarkan sekolah ini, dan model franchise dengan sistem yang sudah ada akan sangat membantu bagi  anak bawang seperti saya. Cocok deh! Tapiii.... duit dari mana yaaa?? hehehehe... faktor besar nan utama memang soal permodalan nih... Keraguan kedua, dengan sistem yang sudah jadi begini, bisakah saya berkontribusi maksimal??

Kebetulan saat itu adalah bulan puasa, jadi doa saya yg minta sama Allah agar dimudahkan jalannya jika memang ini baik untuk saya kerjakan sepertinya diijabah dgn cepat juga... Saya bahkan ingat menulis status di bbm saya begini: " tahun 2013 saya udah punya TK, tolong bantu Amien-kan ya..", dan alhamdulillah yang meng-Amien in memang banyak sekali... Subhanallah betapa cepatnya doa terjawab dengan bantuan Amien dari banyak pihak ini. Akhir Agustus, saya akhirnya bertemu dengan pihak master franchise untuk wilayah Yogyakarta. Bagi saya, partner yang memiliki visi yang sama adalah hal mutlak, maka saya pertajam betul indra saya pada pertemuan itu utnuk melihat apakah chemistry dari love at the first sight saya memang ada....hehehehehehe..
Dan lagi-lagi alhamdulillah, pertemuan itu menghasilkan keyakinan yang lebih besar bagi saya. Kecocokan value, visi, dan misi saya dapatkan.. segala keraguan saya mendapat jawaban... dan saya bahkan mendapat kesempatan untuk berkontribusi maksimal ga hanya di TK Khalifah milik saya, tp juga di semua TK Khalifah Yogyakarta! Alhamdulillah...Alhamdulillah....!. Saya juga bersyukur dengan timing yang ternyata serba PAS ini... FYI, Tk milik saya ini adalah yang ke -11 di Yogyakarta. Saya beruntung dengan menjadi yang ke-11 berarti ada banyak perbaikan dari TK-TK yang sudah ada sebelumnya, dan ruang bagi saya mengembangkan TK ini dari pakem yang sudah ada juga semakin terbuka lebar. PAS juga kesempatan ini datang di saat saya hampir lulus (wisuda im comiinggg!!) sehingga fokus saya bisa lebih maksimal nantinya.  See? Allah selalu memberi tepat waktu, dan berkahnya selalu datang dalam jumlah yang PAS! (Pertamina aja kalah nih Pasti Pas-nya.. hehehe... )

Sayapun dibukakan pintu rezeki dari Allah sehingga semua proses menuju deal berjalan cepat. Mulai tanggal 1 Oktober lalu kontrak sudah ditandatangani dan Insya Allah awal tahun besok TK Khalifah 11 Yogyakarta mulai berjalan. Yeyy!!. Saya memang percaya bahwa ide hanya akan berhasil dengan keyakinan kuat dan harus ditindaklanjuti dengan cepat juga... Otak manusia biasanya senang memelihara ketakutan, dan semakin lama dipelihara justru ide-ide seringkali terhambat realisasinya.

Yang lucu... ternyata saya tidak hanya mendapat dukungan banyak pihak, tapi juga...cibiran.
Ada yang bilang: Iyalah gampang, tinggal sediain duit doank.....
Hmm, baiklah... saya mengupayakan rezeki itu ada, lalu saya manfaatkan... so what??. Rezeki ini juga tidak jatuh dari langit, bukan sesuatu yg saya dapatkan gratis, bukan tanpa resiko, dan tetap harus saya pertanggungjawabkan nantinya.
Ada juga yang bilang : model franchise itu kan kalau orang mau gampangnya doank...
Hmm, baiklah.... tapi bagi saya, justru keuntungan dari kemudahan itu yang saya manfaatkan, instead saya harus tunggu 5-10 tahun lagi padahal belum tentu segala sumber daya 5-10 tahun lagi lebih siap dari sekarang... Toh, tujuan saya utk memaksimalkan kontribusi lewat kapabilitas yang saya miliki tetap bisa tercapai kan?

Saya bergerak, saya melakukan sesuatu. Saya tahu dimana sumber daya yang saya miliki dan bisa dimaksimalkan, dan saya tahu juga dimana letak kelemahan saya. Saya tahu apa-apa yang  ingin saya lakukan, apa yang bisa membuat saya bangga dan bergairah melakukannya, apa-apa yang penting dan tidak.   Saya tidak harus menunggu apapun... Saya melakukannya SEKARANG.
Saya pikir inilah point penting yang ingin saya bagi... Ter-realisasinya mimpi saya ini semua terjadi berkat kombinasi keyakinan (meski dulu saya tidak tahu alasan di balik keyakinan ini), doa dari banyak pihak, kecepatan merespon ide, dan kepekaan tentang apa-apa yang  bisa / tidak, mau / tidak, ingin / tidak kita lakukan. Saya bukan orang yang nekad, bagaimanapun saya memutuskan sesuatu melalui pertimbangan.. tapi saya selalu memastikan hati dan otak saya terlibat dalam setiap pengambilan keputusan. Segala hal yang 'nampak' seperti kemudahan sebenarnya adalah produk dari kombinasi tersebut, bukan karena saya anak orang kaya yang gampang saja melakukan apa yang saya mau sambil ongkang-ongkang kaki.

Perjalanan mimpi saya masih panjang... Sekolah ini masih butuh banyak keringat, pikiran, dan waktu.. begitupun goal utama saya di bidang Psikologi untuk menyentuh sebanyak mungkin kehidupan orang lain... Tapi saya yakin selama ada kombinasi hal-hal tersebut di atas, saya sangat bisa mencapai impian apapun.. termasuk: berpenghasilan besar dari Psikologi Klinis! Hihihiii....  Menjadi kaya raya di bidang yang memang menjadi minat kita itu bukan mustahil dan nggak terlarang kan?.. :p


No comments :

Post a Comment