Wednesday, August 1, 2012

EX (baca: Mantan)

"At some point you have to realize that someone might stay forever in your heart, but not in your life"
        - Unknown, Quote-ing from twitter -



Tell me, siapa orang yang paling berpengaruh dalam hidup kita? yang sungguh2 berperan membentuk diri kita? .... Orangtua? Teman? Kekasih? Suami / Istri? Anak? Musuh?.... Hmm, saya mau tambahin satu kategori lagi : mantan pacar.

Buat mereka-mereka yang sekarang sudah menemukan belahan jiwanya sih, mungkin lebih mudah ya melupakan sosok si mantan ini... Ngapain juga dipikirin, udah dapet yang jauhhh lebih baik ini. Ngapain jg mentingin mantan, toh sama mereka hubungannya juga gak berhasil.. kalo berhasil, gak sampe putus namanya dan ga bakalan mereka menyandang status mantan kan? Hm... begini mungkin pikiran para pengelana cinta yang sudah sukses berlabuh di pantai asmara ..... LOL.*serius, saya kok mendadak bayangin Shah Rukh Khan ya waktu ngetik kalimat terakhir ini* hihihihihiii *inget cinta, inget luka, inget India*

Kalo bagi saya, hubungan kita dengan lawan jenis yg ada embel-embel asmara tu layaknya "sekolah kepribadian". Sedikit banyak, disadari atau tidak, hubungan emosional yang sudah kita jalani bersama lawan jenis tu pasti ngasih pengaruh ke perkembangan kita sebagai pribadi. Anda sekarang merasa jadi orang yang tangguh? mungkin itu karena mantan anda memberi pengalaman sakit yang luar biasa.... Anda sekarang jadi sosok yang hebat untuk pasangan anda sekarang? hmm... itu juga mungkin peran mantan yang selalu marah kalau anda berperilaku yang tidak layak padanya dulu.... Atau anda sekarang sudah bersama pasangan yg lebih "sempurna"?... Bisa jadi, itu karena mantan memberitahu anda apa yang sebenarnya tidak cocok bagi diri anda

Kebanyakan dari kita merasa sakit kalau mengingat mantan, sehingga malas mengapresiasi keberadaannya. Padahal, justru dari pengalaman sakit itulah biasanya kita bertumbuh pesat... ya kan? . Saya yakin kita-kita semua yang sampai saat ini tidak mati karena sakitnya cinta, pasti adalah pribadi yang berbeda dibanding kita dulu. Lalu kenapa kita tidak merayakan betapa 'hidupny'a kita sekarang?. Karena kalau mau diibaratkan anak tangga, mantan tuh anak-anak tangga di bawah yang sebenarnya membantu kita sampai di posisi setinggi sekarang. Udah diinjek-injek, ga jadi pula! Udah sepantasnya kan kita berterima kasih padanya?

Fungsi dan manfaat kenapa dihadirkannya sang mantan oleh Tuhan ini juga tidak serta merta bisa kita dapat kok... Waktu memang (teorinya) hanya berjalan ke depan, tapi titik-titik tentang hikmah kehidupan itu hanya bisa ditarik mundur. Jadi kalo kita sekarang masih belum bisa mengapresiasi kehadiran mantan-mantan, jangan buru-buru kecil hati. Mungkin kita memang sedang dipaksa berjalan maju dulu oleh waktu, sebelum nanti bisa berhenti sejenak dan menarik garis ke belakang... ke titik-titik yang kita tinggalkan tadi..


Tapi saya juga yakin banyak diantara kita yang malas mengapresiasi mantan karena sampai saat ini dia masih ada di hati kita plus segala perasaan cintanya, sehingga mengingatnya justru seperti menabur garam di atas luka *hihihiiii, kali ini saya jadi inget Saipul Jamil, kalo dia yg ngucapin kalimat barusan pasti sambil dinyanyiin dangdut*....
Nah, kalo kasusnya seperti ini sih, ga lain dan ga bukan memang harus berproses dulu sama diri sendiri ya.... Kalo istilah kerennya, berdamailah dengan diri sendiri, kiddo! :D. Berdamai dengan cara menerima bahwa ia mungkin memang akan selalu jadi bagian dari hati kita selamanya.... Psstt, satu rahasia yang mau saya bagi: ternyata hati itu kapasitasnya luar biasa besar. Jadi menerima dan membiarkan mantan  mengisi salah satu ruangnya, nggak akan merubah kemampuan kita mencintai orang lain dengan sama atau bahkan lebih besarnya.
Lho kok bisa???!! *gitu mungkin jeritan hati para tawanan cinta yang belum bebas dari kerangkeng masa lalu*
Iya, BISA! Karena begitu kita berhenti berperang dengan diri sendiri dengan terus-menerus mencoba mengusir si mantan dari hati, saat itu sebenanrnya proses healing sedang berjalan. Kalau kita sudah dengan ikhlas memberi izin si mantan untuk terus bersemayam dalam hati, percaya deh... hati juga rasanya akan menggelembung lebih besar, siap membuat ruang untuk orang-orang lain.

Tapi eh tapiiiiiii.... menurut saya sih tetep aja: tidak ada rumus pasti untuk segala hal, apalagi untuk urusan cinta. Jadi kalo ada kasus-kasus unik sama mantan yang ngga bisa selesai dengan rumus di atas ya sah-sah saja.... Toh tujuan tulisan ini bukan buat bagi-bagi tips, tapi untuk memberi perspektif baru terhadap keberadaan mantan.Tulisan ini juga bukan bertujuan supaya kita terus menerus mengingat mantan, tapi memberi tempat yang lebih baik bagi keberadaannya. Dengan begitu, jiwa kita bisa jauhhhh lebih sehat!

Jadi, buat kita-kita yang selama ini mengesampingkan fungsi mantan dan ogah memikirkannya, yuk hari ini kita dedikasikan sedikit waktu luang untuk mengapresiasi apa-apa yang sudah ia berikan pada hidup kita. Mudah-mudahan dengan begitu, segala macam mimpi buruk yang biasa hadir dalam sosok mantan, nanti malam muncul dalam bentuk mimpi indah. Jangan lupa sampaikan terima kasih anda ya kalau dia hadir di mimpi! Hehehehehe.....

Ps: Blog post ini diperuntukkan bagi mereka yang memiliki mantan. Bagi anda yang belum memiliki dan memutuskan tidak akan memiliki mantan (baca: sekali pacaran langsung menikah), saya yakin 100% anda akan menemukan "sekolah keprbadian" dalam bentuk lain yang tidak kalah seru!

4 comments :

  1. heheehhe...yuup benar, ketika kita masih gak rela disakiti, ditinggalkan, kehilangan segala hal yang kita sukai dari mantan atau yang kita dapatkan dari proses pacaran itu (misal perasaan ikut berkembang dengan seiring berkembangnya hubungan itu)pasti kita akan ogah2an atau bahkan ada beberapa yang masih histeris ketika dipancing2 membicarakan soal mantan dan segala kenangannya.
    Tapi ketika kita sudah menerima keadaan, menerima yang terjadi, berdamai dengan diri sendiri atau memaafkan semuanya (diri dan mantan) kita bisa memberikan ruang tersendiri buat dia. Dan memberikan ruangan tersendiri ini memang membuat kita jauuuuh lebih nyaman, lebih mudah untuk move on :D

    itu makanya aku memutuskan untuk mengikhlaskan semuanya dan berterima kasih untuk semua proses yang kulalui selama ini.

    thx mbak ega for helping me trhough out the process.. luv u kakak :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe alhamdulillah...kamu jg ebbaatt kok bs melalui proses pendewasaan yg demikian dahsyat. Keep growing yaaa ^^

      Delete
  2. Cerita Sang Mantan
    "Dunia selalu memberikan yg terbaik bagi yg terbaik". jadilah yg terbaik maka kamu akan mendapatkan yg terbaik.
    Nilai ini yg saya dapatkan dari perkenalan saya dgn ega, knpa sya tidak bersama dgn yg terbaik? jawabannya karena saya bukanlah yg terbaik..

    Kita semua tidak akan pernah tau arti kata TERBAIK jika kita tidak menikmati semua masa-masa saat bersama yg terbaik tersebut dan memiliki perbandingan-perbandingan. alasan-alasan inilah terkadang menjadikan kita merasa Mantan masih yg terbaik dan menimbulkan rasa penyesalan..
    krn penyesalan selalu datang belakangan dan sekeras apapun kita berusaha untuk mengubah masa lalu tidak akan pernah berubah, so nikmati aja semua penyesalan itu toh masih ada masa sekarang & masa depan yg sebentar lg akan menjadi masa lalu yg bisa kita nikmati.. nikmati semua proses yg terjadi didlm hidup kita (pesan egol)<-- dia seh gk pernah menyesal

    saya pun pernah merasakan tlah memberikan banyak hal & menikmati semua detik-detik dgn yg terbaik tersebut, tp knpa saya tdk bersama dgn yg terbaik trsebut??
    Jawaban ny adalah karena sya bukanlah yg Terbaik bagi si Terbaik tersebut( jd ribet sendiri)hhaha...

    menjadi yg terbaik bagi masa depan, masa lalu bagus, tp lebih baik lg klo kita menjadi yg terbaik bagi masa "SEKARANG", yah saat ini!! saat-saat saya menuliskan curhatan ini..hhehe (nilai yg jg saya dptkan dr ega)
    ega bisa di jdikan role model bagi sosok yg selalu menikmati masa-masa "saat Ini". selama saya mengenal dia, saya dapat mengambil banyak pelajaran hidup yg SUPER, dia adlh sosok yg :(karena banyak)
    - Tidak kenal kata menyerah
    - berani menentang arus dogma lama (apa ya arti dogma??)hhahaha *biar keren...
    - berani utk berbeda
    - terbuka menerima saran yg positif & masa bodoh dgn saran negatif
    - Percaya diri (terlalu seh percaya diri nya X_X)
    - sosok yg cerdas
    - cerewet *positif ato gk ya????
    - menyukai hal-hal yg detail
    - menikmati setiap detik didlm hidupnya, krna itu dy tdk menyukai kata rutinitas monoton <-- salah satu alsan knpa kita berpisah,, eeaahhh..hhaha
    - bangga dgn tahi lalatnya itu (warisan leluhur)*eyangnya punya jg loh
    cukup itu dulu kebanyakan ntr lupa diri dy nya

    Jadi kesimpulannya,, kalian memilih org yg tepat utk berbagi pengalaman hidup.. terus berkembang ya bol..hhe
    sori klo cerita di awal sedikit ngelantur, biar masuk kategori curhatan.. :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini Ibnu ya? hehehe..muncul dsini kamu.. kok pke nama aneh?
      Anyway, thankiu komennyaaa... moga sukses jg yaa buatmu n salam buat keluarga..

      Delete