Hai.... kamu.....
Ini tulisan saya pertama lagi di usia 27 tahun. Yep, saya kemarin baru aja dianugerahi pertambahan (atau pengurangan jatah) usia ke angka 27 tahun....
Mei yang penuh warna, tahun ini, tapi saya bahkan belum sempat menuliskan apa-apa ya.... hehehe.... Selain perayaan ulang tahun yang seru pol-pol an, saya kemarin juga sempat kehilangan laptop beserta semua data-data nya. Masa-masa berdukanya sudah saya lewati kok....malahan, peristiwa horor itu banyak hikmahnya. Selain dapet laptop baru yang lbh canggih (hiihihiihiii...) , saya juga banyak dapat buku-buku dan materi-materi baru untuk modul tesis saya.. Jadi sekalian deh, nambahin ini itu di modul ini.
Oke, kembali.....(eh, kembali kemana ya?) Hmm, kembali ke hal yang mau saya tulis beneran lah ya... yang seperti biasa, menggelitik bulu idung saya, dan mengobrak abrik sistem kepala saya....Saya emang males kalo cuma nulis pengalaman hidup yang gak bikin otak saya mau meledak.
Dua hari lalu saya hendak meng-edit kotak Description pada account twitter saya. Ga ada sebabnya sih, cuma pengen ganti suasana aja.... Dan ternyata, saya suliitttt sekali menuliskan / menjelaskan siapa sih saya ini?
Lamaaaaaa saya cuma mengamati kotak kosong itu. Akhirnya karena saya nge-blank, saya coba cari inspirasi dengan liat-liat gimana orang lain mendeskripsikan dirinya.
Ternyata, kebanyakan dari kita mendefinisikan diri berdasar apa yang kita suka... misalnya (dari yang saya baca nih ya): travelling junkie, food lovers, photography addict, dst, dst..... Atau, anda adalah pekerjaan anda, seperti juga saya menulis di kotak description sebelumnya, saya adalah psychologist -soon to be- alias sebentar lagi jadi psikolog resmi. Atau yg lucu, anda mendeskripsikan diri sebagai "properti" orang lain, misalnya: boyfriend of @....... (nyebutin account pacarnya).
Intinya, kebanyakan dari kita mengidentifikasi diri dengan hal-hal yang umumnya dapet label 'positif'. Entah karena hanya itu yang kita pahami tentang diri kita, atau hanya itu yang ingin kita tahu dari diri kita........
Saya Galau.... ya GALAU, seperti anak remaja yang (katanya) sibuk cari jati diri. Ternyata sayapun bisa kebingungan dengan diri saya. Maksudnya, bagaimana ya saya bisa mendeskripsikan diri saya dengan akurat, tanpa atribut-atribut tempelan dari luar? . Kata-kata yang tetap menjelaskan siapa diri saya bahkan ketika saya TIDAK sedang melakukan hal-hal yang saya sukai, ketika saya BUKAN sedang mengerjakan pekerjaan saya, atau saya yang merdeka, bukan milik siapa-siapa.......
Siapa saya?
Atau, saya adalah sifat saya? Ega yang konyol, easy going, moody-an, gampang lupa-gampang inget, dst...? Lha, itu kan menurut kacamata saya ya, padahal sifat saya menurut orang lain bisa saja berbeda.
Atau memang "saya" ya subjektif dari kacamata saya sendiri? tidak ada ruang untuk interpretasi orang lain tentang saya, bahkan sebagai pertimbangan sekalipun....?
Saya tetep ngga sreg dengan opsi ini. Karena kalau mau bicara sifat, sifat saya sebenarnya jauh lebih kompleks dari yang saya sebutkan tadi. Itu baru lingkaran terluar.... tetapi kalo mau ditelisik layer-per-layer, saya ini masih misterius bahkan untuk diri saya sendiri kok... saking kompleksnya. Bagaimana mungkin menjelaskan ke-kompleks-an tadi dalam beberapa baris singkat sederhana?
Seorang teman dekat saya pernah bilang, kalau masing-masing kita ini unik dan special karena tercipta dari berbagai milyar kemungkinan kombinasi DNA. Tidak ada orang yang sama persis, se-kembar apapun dia atau sesama apapun dia dibesarkan.... Jadi kalau kita mau merunut dari jaman terciptanya manusia sampai kiamat nanti, yang cetakannya kaya kita itu ngga bakalan ada lagi....
Hmmm, lalu knapa ya banyaaakkk sekali orang menggunakan kata "ordinary" untuk menjelaskan dirinya... tidak tahukah mereka, betapa langkanya diri mereka sendiri?
Oke, jadi satu point jelas sudah saya dapat: saya special
Lalu, kalau saya special, anda special, dan begitupun semua makhluk di muka bumi ini.... apa specialnya? hehehe.... bukankah special itu berarti berbeda ya? menonjol? irreplaceable?
Hahahhaa, makin banyak aja pertanyaan lahir dari pertanyaan saya sendiri.
Tapi ngga papa, ini artinya otak saya masih punya dahaga, dan masih berguna. Tidak mati dalam kerangkeng dogmatis.
Sampai saya menulis inipun, saya masih belum menemukan pencerahan yang konkrit... Jadi saya rasa, ini akan jadi tulisan bersambung saya yang pertama...yang akan saya sambung lagi nanti kalau percikan ilham sudah sudi menghampiri, hehehe...
Saya juga ngga bisa memastikan, apakah jawabannya akan datang dalam bentuk kerumitan juga... atau jutru dalam kesederhanaan.. atau justru tidak akan terjawab. Seperti yang Dee Lestari tuliskan dalam salah satu scene nya: ini adalah atraktor asing yang akan terus menggantung.. sebuah tanda tanya Agung. Tanda tanya itulah sebenarnya perjalanan kita, yang secara konstan menggerakkan kita...
Yang jelas, perjalanan ke 'dalam' itu memang lebih sulit terduga ya?, saya sendiri masih sering terkaget-kaget setiap kali melakukannya....
Maka sementara, saya akan membiarkan kotak Description dalam account twitter saya demikian saja adanya: Saya...... adalah kejutan bagi diri saya sendiri.
kalo kata Dee di Madre (intinya ya, aku lupa persisnya), tidak semua pertanyaan ada jawabannya, terkadang pertanyaan-pertanyaan itu justru memunculkan pertanyaan baru, it's ok.. kurasa itu yang sedang kamu alami.. :)
ReplyDeleteknpa kamu special? karena perjalanan hidup yg kamu jalani pd setiap detik ny tidak akan pernah sama dengan apa yg orang lain alami. Mungkin kata patah hati, jatuh-bangun(knpa jd judul dangdut :p), terpuruk, keberhasilan, dll.. hampir semua kita pernah mgnalaminya TAPI proses yg terjadi tidak akan pernah sama,, detik-detik dlm proses tersebut tidak akan pernah sama.
ReplyDeletekmu selalu special di hati org yg pernah bersamamu menjalani detik-detik bahkan million/second..