Tuesday, February 21, 2012

I = Me = Myself.

Sudah 5 bulan saya nge-blog..... Meskipun masih termasuk blogger angot-angot an (nulis kalo bener-bener sempet aja), tapi saya cinta aktivitas ini...
Barusan saya baru aja me-review apa yang sudah saya tulis sejauh ini.. Saya penasaran, kok banyak ya yang kangen ama tulisan saya? hehehe... Beberapa pembaca setia saya 'nagih' kalo lama saya ngga nulis... Dan seringnya jawaban saya ya enteng aja "gak sempat". *Alamaakkk gaya kali aku ni yaaaaaa!

Saya bersyukur dapet banyak sekali feedback positif lewat media tulisan ini. Bahagia banget rasanya kalo ada yang mengapresiasi dgn bilang bahwa tulisan saya memberi insight, atau minimal gelitikan-gelitikan yang menunjukkan bahwa viewer tuh emotionally related sama tulisan saya....
Dan yang kemudian juga menggelitik saya adalah, pembaca-pembaca ini jadi punya asumsi tentang seperti apa pribadi saya sebenanrnya... Ada yang percaya saya ini orangnya positive thinking banget dalam segala hal, saya bijaksana, saya dewasa.... (Huhaahh, ni saya ngetik huruf-huruf barusan aja sambil ngikik sendiri :p), Karena sungguh... sayapun sebenarnya tidak sesempurna itu kok.

Saya ini bisa juga kejam dalam berkata-kata, nyacat-nyacat in orang layaknya udah paling suci sejagat raya (apalagi kalo dah ketemu partner berrgosip , wuuhhhh!), saya punya banyak ketakutan dan rasa pesimis tentang hidup, saya banyak mengeluh, saya sering bete' sendiri tanpa sebab.....
Orang-orang yang dekat dengan sayapun pasti tau betapa ceroboh dan grasah-grusuhnya saya, betapa pelupanya saya, dan betapa saya pun suka ngomong ga ada intinya alias ngawur. Hehehe.....
Pun begitu...bukan berati apa yang saya tulis tidak jujur yah... Tulisan ini "terlihat" baik karena memang sudah lewat proses berpikir dan editing... Saya sendiri barusan merasa ter refresh lagi dengan membaca apa yang pernah saya postingkan..

My point is.... Ngga usah heran kalau kita melihat dalam diri kita ada sisi-sisi yang sangat bertentangan dan mungkin sama adequat nya. Di satu saat kita bisa jadi si manis, si pendiam, si pengalah... tapi di saat lain dengan kondisi yang sama kita mendadak jadi si pemarah,si outlouder, si egois..... Ini bisa terjadi karena manusia diciptakan dengan penuh kompleksitasnya , sehingga sifat-sifat dalam diri kita tidak terkotak-kotakkan melainkan kontinuum... bisa berfluktuasi dan berkembang dengan indahnya.

Yang susah adalah kalau kita terlanjur jatuh cinta berat sama satu sisi dalam diri kita, sehingga menolak keberadaan sisi lainnya. Katakanlah, misal kita senang jadi pribadi yang selalu berhasil mendapatkan apa yang kita mau. Kita suka bekerja keras, kita target oriented, kita perfectionist. Mungkin kita cenderung bertahan pada penerimaan tentang diri kita yang "itu" karena sisi itulah yang mengantarkan kita pada sukses sejauh ini.... Lalu apa yang terjadi jika kita sebenarnya pun punya sisi yang mudah menyerah, takut gagal, pesimis? Yep, biasanya sih kita akan menolaknya habis-habisan ya... mengatakan pada diri sendiri kalau sisi ini bisa dikalahkan sama sisi kita yang "biasanya". Mungkin strategi ini berhasil, mungkin tidak... tergantung indikator keberhasilannya. Kalau ukurannya adalah pencapaian ya mungkin akan selalu tampak  berhasil, tapi kalau ukurannya kebahagiaan hati... bisa jadi ini adalah peperangan batin yang ga akan kunjung selesai... karena energi kita terus menerus tersedot untuk memenangkan peperangan ini.

Lalu gimana kalau kasusnya adalah soal mengenali orang lain?
Saya beri contoh ya....
Saya pernah, merasa mengenal dekaaattt sekali dengan seseorang selama kurang lebih 3 tahun. Saya merasa jadi orang yang peling mengerti pribadinya dan begitupun sebaliknya. Lalu kami tidak bertemu selama 2 tahun sesudahnya dan pada moment conversation selanjutnya saya mendadak merasa asing dengan orang itu. Saya merasa tidak lagi mengenalnya dan mempertanyakan kemampuan saya menilainya selama ini.... Apa saya yang bodoh ya? Kenapa saya nggak peka? Kemana sisi dia yang saya temui saat itu sebelumnya?.
Lalu ternyata, dia pun melihat saya bagai orang asing. Menurutnya saya berubah menjadi A,B,C, dst... Mekipun dia sudah melihat bahwa dari dulu sebenanrnya bibit A,B,C itu sudah ada..... tinggal bagaimana saya menemukan jalan aja untuk mengembangkannya.

Nah, akhirnya saya jadi ber refleksi lagi...bahwa saya sebenarnya dulu sudah mengenalnya dengan baik. Tapi sebegitu kompleksnya manusia sehingga mustahil kita akan mampu memahami orang lain dengan sempurna... dan begitu dalamnya labirin manusia sehingga sayapun tidak sempat menyusurinya. Makanya, kata-kata "aku ngerti apa yang kamu rasakan" atau "aku memahamimu" pun saat ini terasa lucu buat saya... Sejak saat itu, saya berhenti berusaha terlalu keras memahami orang lain, karena itu cuma bikin saya jadi orang sok tahu. Sayapun berhenti berusaha terlalu keras memahami diri sendiri di satu waktu karena justru perjalanan menemukan puzzle-puzzle diri saya ini yang menyenangkan. Mau baik kek, mau buruk kek, mau gak jelas kek...... terima saja dengan cinta dan lihat bagaimana cinta itu akan bekerja dengan indahnya.

Amunisi saya cuma satu: Awareness, sehingga smua proses hidup: baik, tidak baik,atau tidak tahu itu termasuk baik atau tidak baik... saya jalani dengan kesadaran penuh.
Kalau saya sadar, tidak ada yang perlu saya sesali kan?
Kalau saya sadar, maka Insya Allah saya akan selalu jujur pada diri saya sendiri.....


Sekian dan terimakasih curhatan sore ini. Saya mau nulis mahakarya lainnya dulu: TESIS !!.

1 comment :

  1. Hahahahaha Welcome back on the blog, Ibu negara!
    FYI, aku sebenarnya mengharapkan postingan mu ttg #VisitDPD tanpa editing lho Kak... Sehingga biarkan kita merasa menjadi manusia paling suci sejagat raja, hahahaha bcanda!

    I love your writing,, :*

    ReplyDelete