Saya sebenernya nggak berharap kamu ada dalam hidup saya. Kehadiranmu itu bikin hati ini rasanya nggak enak... Saya jadi punya rasa marah, benci, jijik, kecewa dan emosi-emosi negatif lain. Masih mending kalau sosokmu tipe yang jarang saya temui... Tapi kalo saya pas lagi sering harus berinteraksi dengan kamu, melihat atau mendengar tingkahmu, duuhh mood saya bisa mendadak jungkir balik. Pengen rasanya mengacungkan jari tengah atau menyumpah serapahi kamu!! tapi.... saya kan orang beradab yang ga bisa seenaknya meledakkan emosi dengan cara begitu... Jadilah saya menyalurkannya dengan cerita ke teman saya lainnya, atau nulis begini... Karena sungguh, saya sebenernya nggak suka melihara apalagi mengembangbiakkan kebencian seperti ini.....
Dear Enemy,
Saya sudah melakukan usaha untuk tidak membenci kamu, memaafkan kamu, mengikhlaskan, melepaskan, atau apalah namanya.... Itu udah jadi semacam agenda rutin saya, untuk mencari cara untuk berdamai dengan perasaan saya kepada kamu. Tapi saya mengakui, saya memang manusia dengan banyak kelemahan... sehingga kontrol diri saya nggak selalu bagus, sehingga rasa benci saya ke kamu akhirnya muncul lagi dan lagi dan mengganggu keseimbangan hidup saya...
Sayapun melakukan usaha untuk mencari tahu KENAPA saya membenci kamu. Saya pikir dengan tahu sebabnya, saya akan lebih mudah menyelesaikan konflik ini karena saya bisa mencabutnya langsung dari akar.... Apa iya rasa ini seemata-mata hadir karena perilakumu yang menyebalkan? atau......... saya sebenarnya iri sama kamu? karena kamu punya sesuatu yang nggak saya punya?..... atau.... ini karena kadar toleransi saya yang rendah sama hal-hal yang tidak sesuai dengan "standar" hidup saya?....atau.... saya sebenanrnya takut menghadapimu, sehingga opsi aman satu-satunya adalah dengan menjadikan kamu musuh?.
Sampai sekarang saya masih berjuang mencari tahu..........
Dear Enemy,
Saya kemudian sering bertanya-tanya.... kenapa ya Tuhan menguji saya dengan kehadiran kamu ini? Apa yang hendak Dia sampaikan melalui kamu? Sulit banget melihat jawabannya ketika hati saya tertutup oleh emosi negatif yang meluap-luap... Rasanya kamu itu nggak ada bagus-bagusnya buat saya. Gimana mau bagus kalau energi saya juga jadi buruk dengan adanya kamu.....
Tapi, saya belajar...dan diajarkan untuk selalu mengucapkan 3 mantra ini: "aku menyayangimu", "terimakasih", dan "maafkan aku". Mungkin dari ke-3nya ini saya paling bisa mengucapkan "terimakasih" pada kamu, musuhku...... Karena kamu sebenarnya menginspirasi banyak hal kepada saya, hampir sebanding dengan inspirasi yang diberikan sahabat-sahabat saya. Meskipun inspirasi darimu datangnya dengan cara yang, terkadang, menyakitkan...... tapi paling tidak saya selalu belajar bangkit dari kamu, belajar melihat sisi lain manusia yang warnanya nggak selalu indah, belajar melihat ada "apa" di balik "apa", dan belajar menemukan diri saya sendiri ..... Hmmm, bahkan sebenarnya kamu juga menginspirasi pandangan-pandangan saya terhadap hidup, dan akhirnya cara yang saya pilih untuk menjalani hidup itu (setelah saya olah dengan pikiran dan hati saya tentunya)....
Andai suatu saat hubungan kita berubah, entah ke arah yang lebih baik atau bahkan buruk... saya berharap akan selalu memiliki jawaban kenapa kamu hadir, apa yang sebenarnya hendak kamu berikan pada saya..... Sayapun berharap, bagi mereka-mereka yang membenci saya... kehadiran saya ini mendewasakan dan menempa pribadi mereka sehingga mereka siap untuk musuh-musuh kehidupan lain yang lebih keras dari saya.
Seperti yang pernah saya tulis dalam status facebook saya:
"Hidup terlalu singkat untuk mengalami segala sesuatunya sendiri.... maka pelajarilah teman-temanmu, pelajarilah musuh-musuhmu"
- Inspired by Sun Tzu, The Art of War-
No comments :
Post a Comment